[Ebook] ↠ Museum Penghancur Dokumen Author Afrizal Malna – Easyfaroairporttransfers.co.uk

Museum Penghancur Dokumen Kumpulan Buku Puisi Afrizal Malna Ini Terdiri Dari 3 Bagian.Puisi Yang Tertunda Tunda Untuk Diterbitkan Afrizal Sendirimerasa Ragu Untuk Menerbitkannya Ia Menganggapbanyak Kekosongan Di Dalamnya, Sesuatu Yang Berjatuhan,kehilangan Pengikatnya Tetapi Akhirnya Diterbitkan.Judul Museum Penghancur Dokumen, Juga Sebenarnyalebih Sebagai Reaksi Terhadap Puisi Puisinya Sendiri.


10 thoughts on “Museum Penghancur Dokumen

  1. says:

    No, I didn t actually finish this book It s because I really wanted to love this book and I knew that I just couldn t So I decided to stop reading T_T There is one exception, thoughthere s a poem entitled Epidemi Lelaki Mati I ve fallen for this poem since I watched a video in which Malna reciting it And I felt so excited when I accidentally found that poem in this book that I told my friend right away about this Her reaction was not less enthusiastic than I was But high hope is, in most cases, injudicious p Perhaps one day I ll re read this book cover to cover, but for now let me evoke the only poem I love Epidemi Lelaki MatiPagi, seperti sebuah epidemi waktu Aku inginmengulangi lagi pagi kemarin Matahari sama, petugas kebersihan kota sama, penjual kopi diwarung kopi sama Pagi hari, semua tidak sama lagidengan kemarin Darahku menyusun sel selnya lagi,membangunkan seluruh makhluk yang menginap dalam tubuhku Mereka merayakan epidemi pagi.Cahaya hangat matahari, kopi hangat, pisang gorenghangat Kenangan bercinta yang tersisa pada pecahan kulit telur ayam.Pagi yang menular, hingga aku seperti memandikanmayatku sendiri di kamar mandi Aku bersihkan gigi,kuku dan seluruh tubuhku yang bukan hidup lagi,yang bukan aku lagi, yang bukan seorang pagi lagi.Aku rayakan lelaki mati di sebuah pasar yang pernah terbakar di Surabaya Kini berdiri sebuah mall diSana Mall dengan sisa sisa bau beras terbakar masihtersimpan di seluruh dindingnya.Double espresso, aku memesan...


  2. says:

    Sedikit potongan sajak yang saya gemari Deru pesawat dan kereta masih merenovasi pelukan kita, antara pasport, peta perjalanan dan gereja gereja tua.Aku tidak tahu lagi bedanya antaramemeluk dan bersujud memuja kes...


  3. says:

    Tak paham Hahahahaha


  4. says:

    My favorite of Malna s collection Not only are the poems are deceptively simple as much as it is thought provoking, it is also Malna s essential proof of his experience and maturity as an unusual poet Highly recommended.


  5. says:

    Secara selera, puisi ini harus ditelan sambil menahan tatanan lirisnya yang acak Namun justru di situ letak keindahannya


  6. says:

    Sekilas tampak acak dan susah untuk dinikmati Namun, jika mau lebih sabar memperhatikan dan meresapi setiap diksi dan frasa yang dijalin Afrizal Malna, akan ditemukan keindahan yang berkarakter khas penulis Pada akhirnya, puisi memang soal selera.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *